(*harga LA itu untuk hotel *3, alhamdulillah dapetnya *4)
Belum termasuk transportasi selama di sana.
Trus gimana donk transportasi disana nantinya ? Gimana keluar bandara, gimana ziarah & city tour, dst dst dst... :-D
Berdasarkan informasi yang sudah kami kumpulkan, nanti yang akan kami lakukan setibanya di Airport King Abdul Aziz Jedah adalah mendekati rombongan umroh. Pasti akan banyak rombongan, dan biasanya bis mereka tidak full.
Terkadang ada 1 atau 2 seat tersisa dan kita bisa numpang, dengan membayar sekitar 50-80/orang SAR ke Medina, dan sekitar 30-50/orang SAR ke Mekah.
Begitupun untuk ziarah, kita bisa menumpang rombongan yang mungkin satu hotel dengan kita dengan membayar sekitar 20-30 SAR sekali ziarah/orang.
Untuk transportasi Medina - Mekah atau sebaliknya bisa menggunakan Saptco dengan tarif 65 SAR/orang, dan kepulangan ke bandara bisa dengan cara menumpang seperti kedatangan tadi.
Itu, jika memang kita dapet tumpangan. Kalo tidak, ya kita bisa menggunakan taxi. Biayanya lebih mahal pastinya.
Perkiraan biaya dengan transportasi taxi, kurang lebih seperti ini :
Jedah - Medina : 400-500 SAR
Ziarah Medina : 300-400 SAR
Medina-Mekah : 500 SAR
Ziarah Mekah : 300-400 SAR
Mekah - Jedah : 150-200 SAR
(*informasi ter-update saat kemarin kami bertanya disana)
Terbayang khan kalo pergi hanya berdua saja, trus gak dapet tumpangan, transportasi harus dengan taxi, biaya yang harus kami persiapkan sekitar 2000 SAR, diluar biaya tiket pesawat dan LA yang sudah kami keluarkan sebelumnya.
Uupppsss... Backpacker koq mahal.. hehehhe...
(*pikirkan lagi, yakin berani umroh backpaceran tanpa rombongan ? ;-) )
Kembali ke cerita perjalanan....
2 hari sebelum keberangkatan, kami briefing. Ternyata di tanggal keberangkatan kami, tanggal 3 Januari 2016 itu ada rombongan lain. Grup backpacker dengan jumlah peserta 8 orang dan grup reguler dengan jumlah peserta 17 orang. Semuanya LA dihandle oleh travel yang sama. Hanya saja, mereka pake maskapai Saudi Arabia dan kami pake AirAsia.
Jadwal kedatangan lebih cepat kami 2 jam. Akhirnya diputuskan, bahwa nanti setibanya di Jedah, saya dan suami menunggu rombongan mereka dan menuju ke Medina satu bis dengan mereka.
Kebetulan juga hotel tempat kami menginap, jadwal ziarah Medina, ke Mekah, ziarah Mekah rombongan itu sama dengan kami. Jadi seterusnya 'direncanakan' kami pun ikut dengan rombongan mereka. Kecuali kepulangan, karena kami pulang sehari lebih cepat.
Agak lega lah yaa.. setidaknya, kami tidak perlu menyiapkan biaya sampai 2000 SAR untuk transportasi.
Kemungkinan biaya transportasi termahal adalah dari Mekah - Jedah dengan taxi pada saat kepulangan nanti.
Hari 1 (Keberangkatan)
Dan hari yang ditunggu pun tiba, tanggal 3 Januari 2016 saya dan suami berangkat dini hari dari rumah menuju Airport Soekarno-Hatta, terbang ke Kualalumpur, transit 5 jam dan lanjut terbang menuju Jedah.
Alhamdulillah, landing di Jedah dengan selamat. Proses imigrasi berjalan lancar, bagasi cepat keluar tinggal menunggu rombongan lain dan lanjut ke Medina bersama-sama.
Kontak pihak handling yang akan menjemput, bertemu lah kami di waiting room.
Sekitar 3 jam kemudian rombongan lengkap dan kami semua berangkat menuju Medina. Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar jam 23.00 waktu Saudi.
Diperkirakan kami akan tiba Subuh di Medina.
Ternyata, kami tiba lebih cepat dari perkiraan. Masih ada waktu 1 jam untuk bersiap menjelang adzan Subuh. Alhamdulillah, hotel kami "Al Sourfah New Hotel" dekat sekali dengan mesjid Nabawi. Hanya sekitar 70-100 meter saja ke halaman mesjid Nabawi.
Hari 2 (Medina-Raudhah)
Kami memulai hari dengan sholat Subuh di mesjid Nabawi, kemudian siang hari setelah Dhuhur saya masuk ke Raudhah*(1), karena antriannya panjang dan lama baru selesai menjelang adzan Ashar. Terlewatlah waktu makan siang. Kalo balik ke hotel tanggung sebentar lagi waktu sholat Ashar, jadi bertahan lah saya di dalam mesjid sampai waktu Ashar, setelah itu jajan makanan di kedai makanan sepanjang pertokoan dekat hotel.
Waktu itu saya beli bakso, hihihi... rasanya lumayan seger dan bakso nya lumayan enak. Tapi jangan dibandingkan dengan bakso Solo di Indonesia yaa....
Sesuai itinerary, malam hari setelah Isya dan makan malam kami akan ke Raudhah dengan diantar oleh muttowifiyah. Namun PIC dan Muttowif yang mendampingi kami sulit dihubungi untuk koordinasi. Karena HP saya alhamdulillah selalu ON, pesan-pesan untuk koordinasi kegiatan dilewatkan ke saya. Ya, agak gak enak deh kejadian setelah itu.. koq pesan nya lewat saya... koq begini.. koq begitu... dan puncaknya adalah kami tidak bisa bergabung lagi dengan rombongan itu. Artinya untuk ziarah Medina, perjalanan ke Mekah, dan ziarah Mekah kami harus sendiri..eh berdua.
Huhuhuhuh..dudududu...tralalala... Manusia hanya mampu berencana, namun DIA lah yang menentukan.
Saat saya sampaikan ke suami, tanggapannya ringan "khan awalnya kita memang mau berdua aja, jadi harusnya kita sudah siap dan jangan kaget.."
Sssiippp, masalah pertama muncul..tapi ini tanah suci, tempat makbulnya doa.. minta terus pertolongan pada-NYA, jangan berharap dari belas kasih manusia.
Saya orang yang sangat emosional dan mudah panik, alhamdulillah saat itu bisa tetap senyum dan mengangguk tenang.
Karena muttowifiyah sudah datang saya dan grup backpacker lain yang terpisah hotel bergabung bersama menuju Raudhah malam itu. Ya, itu tempat yang tepat untuk melepaskan ketegangan, kepanikan, kecemasan, kegalauan dan kesedihan.
"Begitu banyak kemudahan yang telah Engkau berikan pada kami, ampuni kami jika kami masih kurang bersyukur, kami memohon akan KAU berikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang kami hadapi di depan kami. Hanya ENGKAU satu-satunya penolong.."
Keluar dari Raudhah, langsung kembali ke hotel dan mendapati pesan dari Mba Butet bahwa besok kami ziarah gabung dengan grup backpacker yang 8 orang, mobil sudah dipesan, cukup bayar mutowif yang mendampingi saja.
Senang ???
Lega ???
Iya... tapi saya masih agak-agak cemas, kuatir akan muncul masalah lain lagi. Tetap berdoa memohon pertolongan, ini baru hari ke-2, masih panjang kami disini.
Sepakat dengan suami. Kita kembali ke perkiraan awal, gak ada belanja macem-macem. Kita hemat perbekalan kita, persiapan dan jaga-jaga untuk hal-hal diluar kendali kita.
Urusan pembiayaan dengan pihak travel (jika memang ada yang kurang) diselesaikan di tanah air.
Tetap menjaga hati, keep husnudzon.. bahwa semua kebaikan yang terjadi pada kita semata-mata karena rahmat-NYA dan keburukan karena salah kita sendiri.
Belajar ikhlas dan tawakal. Apapun yang menimpa kita, itulah yang pantas buat kita...
Hari 3 (Ziarah - City tour)
Sesuai kesepakatan, selepas sarapan, kami bersiap untuk ziarah dan city tour kota Medina. Ditunggu di hotel tempat grup backpacker lain di Hotel Madina Mubaraq.
Yah, buru-buru itu memang gak baik yaaa... Ndilalah saya kehilangan kunci kamar. Ntah jatuh dimana. Panik ... padahal udah ditungguin... duudududuuddu....
Ada belboy yang membantu, bisa menyediakan kunci lagi tapi ada biaya sebesar 20 SAR.
Biar cepet, iya aja deh.. tapi ditunggu-tunggu , lamaaaa... kita turun ke bawah gak ketemu... ke atas lagi gak ketemu... dan setelah 15 menitan baru ketemu di lift. Serahkan 20 SAR , ambil kunci..Berwudhu, dan lari menuju meeting point.
Koq pake wudhu dulu ?
Ya, karena destinasi pertama kami adalah mesjid Quba. Mesjid itu adalah mesjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah,SAW.
Dan menurut hadits :"Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi mesjid Quba dan shalat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala umroh""(HR.Tirmizi).
Selesai di mesjid Quba, kami melanjutkan ziarah ke Jabal Uhud, disana ada makam para syuhada dan kita bisa mendoakan mereka disana. Kemudian, kami ke Jabal Magnet, peternakan onta dan minum susu onta segar yang baru diperah saat itu juga, dan ke pasar Kurma.
Alhamdulillah, sebelum adzan Dhuhur kami sudah tiba di hotel. Menyimpan barang, dan langsung bersiap menjalankan sholat Dhuhur di mesjid Nabawi.
Di sebelah utara mesjid Nabawi ada museum Asmaul Husna dan museum Nabi Muhamad,SAW.
Selapas Ashar kami berkunjung kesana. Di Museum Asmaul Husna, ada pemandunya dengan bahasa sesuai dengan asal kita. Kebetulan pas kami masuk, banyak jamaah dari Indonesia dan Malaysia juga yang masuk, sehingga langsung dipandu oleh pemandu yang berbahasa melayu.Waktu Ashar ke Maghrib tidak panjang, maka selesai mengunjungi kedua museum tersebut kami bergegas berwudhu dan masuk lagi ke dalam mesjid menunggu waktu sholat Maghrib sampai Isya.
Selesai makan malam, kami mulai packing, karena besok siang kami sudah harus check out dan meninggalkan kota Medina, menuju Mekah.
Di depan hotel kami, banyak taxi yang hilir mudik dan berhenti. Kami sempatkan bertanya, berapa tarif taxi dari Medina - Mekah? Dan dijawab 500 SAR. Pas, gak bisa kurang.
Selesai packing,diantar dengan mukimin yang mengurus hotel kami ke pool Saptco.
Ya, kami akan ke Mekah menggunakan bis umum Saptco. Damri lah klo disini.
Kita kesana malam itu,untuk mencari informasi jam keberangkatan dan harga tiketnya. Harga tiket @ 65 SAR, jam keberangkatan yang tertulis adalah 16.30 , dan perkiraan tiba di Mekah jam 00.15
Sedih banget bacanya... selama itu kah perjalanannya ??? Tapi info ini kita dapat setelah tiket dibayar dan diprint. Ya sudah mo gimana lagi.. yang penting selamat, bisa ngambil Miqot dan menjalankan Umroh.
Bismillah....
***bersambung....





Keren ulasannya.
BalasHapusHaaahha, ulasannya lebih mirip curhat yaaa
HapusSubhanaAllah tamu yang dinantikan Allah..
BalasHapusAmiin... InsyaAllah.. Alhamdulillah...
HapusKereeeeen
BalasHapusMakasih, semoga bermanfaat...
Hapusmantaps :)
BalasHapusSemoga bermanfaat.. Ayo dicoba .. 😊
Hapus