Translate

Selasa, 07 Februari 2017

UBePe 2017 - Pertemuan pertama...

Awal tahun 2016 lalu, alhamdulillah saya dan suami berhasil menjalankan ibadah umroh secara mandiri hanya berdua saja, latar belakangnya bisa dibaca disini.

Berdasarkan sharing pengalaman kami kala itu, ada beberapa teman yang minta kami membuat grup untuk umroh backpacker awal taun berikutnya (2017 *red).
Mulai cari-cari tiket promo.. Maskapai Airasia yang biasanya sering promo sampai bulan ketiga 2016 ga ada tanda-tanda, sampai akhirnya kami memilih Saudi Airlines.
Yah, dibandingkan grup lain harga tiket kami ga murah-murah banget sih, saat issued saya dan suami dapet di harga 7,9jt dan berikutnya lebih mahal bahkan di akhir ada yang sampai di harga 12 juta..Namun, dia tetap beli dan minta bergabung dengan kami.
Ya itulah "undangan-NYA" ... Jika ALLAH sudah mengundang, harga ga masalah walopun dari keluarga yang biasa aja.
Kami terharu, sekaligus terasa bertambah beban di pundak.. Ternyata, ga mudah yaa.. ya ga mudah dan berat, itulah alasan saya tidak gencar mempromosikan keberangkatan grup kami seperti yang lain. Selain karena harga tiket kami yang semakin hari semakin beranjak naik, juga terbayang tanggung jawab dalam mengatur dan memimpin perjalanan ini.
Ya, konsekuensi nya tentu saja dengan jumlah jamaah yang tidak banyak biaya perpax nya jadi lebih mahal dibandingkan yang jamaahnya full 1 bis dalam 1 grup.

Sampai sebulan sebelum keberangkatan, jumlah jamaah dalam grup kami ada 22 orang. Terdiri dari 11 wanita dan 11 pria.  Termasuk di dalamnya ada ibu saya. Jamaah paling tua diantara semuanya.

Pertemuan pertama kami adalah saat manasik, dari 22 jamaah hanya 1 jamaah yang berhalangan karena sedang keluar negeri. Sebanyak 21 jamaah sama-sama menghadiri dan mengikuti manasik yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede. Manasik ini manasik gabungan semua keberangkatan umroh backpacker Kafilah Akbar akhir Desember 2016 s/d Februari 2017.
Ada yang baru pertama kali, ada yang sudah kesekian kali, tapi semuanya membaur jadi satu. Mempelajari ilmu manasik, karena perjalanan ke Baitullah bukan sekedar piknik, tapi juga bernilai ibadah yang ada tuntunan dan rukun-rukun yang wajib diikuti demi syah-nya ibadah yang kita laksanakan. Bukankah amal tanpa ilmu....






Selain manasik, saat itu kami pun mengumpulkan semua berkas yang dibutuhkan untuk pengurusan visa dan proses bayar membayar tentunya...hehehe..
Ya, karena saya ga punya rekening USD saya minta semua membayarkan nya cash. Karena sebelumnya ada yang transfer dengan rupiah, dan nilai tukar USD waktu itu terus beranjak naik..dan akhirnya saya nombok, ya lumayan juga nomboknya hihihhi.

Di pertemuan ini pula kami berbagi sedikit informasi dan sedikit diskusi tentang teknis keberangkatan nanti. Saat ini pula dibagikan kaos seragam, jilbab seragam, manset tangan, dan buku doa.




Informasi yang paling penting dan disinilah "mules"nya jadi pengatur perjalanan umroh ini adalah soal tiket yang di-reschedule oleh maskapai, ya kita hanya transit 20 menit saja di Jeddah untuk melanjutkan penerbangan ke Medinah. Mana mungkin ?
Hiks.. dan tanggapan jamah saat itu "pokoknya kami percaya aja sama mba Bety dan mas Anton, terserah aja yang penting ke Madinahnya tetep pake pesawat" ..
Nah lhoo...




Kami hanya bisa menanggapi dengan senyum, dan berfikir bagaimana cari mengajukan komplain yang baik, tanpa menyalahkan pihak maskapai tapi kita tetap punya barganing position yang kuat.. ehehehe..

Bersambung yaaa...