Hari 4 ( Medina - Mekah )
Hari terakhir di Medina. Kami manfaatkan untuk lebih khusyu beribadah di mesjid Nabawi. Berjuang masuk Raudhah di pagi hari, dan suami berkesempatan masuk ke makam Baqi yang hari itu kebetulan dibuka.
Kami galau... hehehhe..
Kami akan ke Mekah menggunakan transportasi umum Saptco.
Jadwal keberangkatan yang tertulis di tiket adalah pukul 16.30 . Diharapkan kita sudah ada disana 30 menit sebelumnya. Waktu Ashar di mesjid Nabawi saat itu sekitar pukul 15.30, dan biasanya kita selesai jam 16.00
Pengennya Ashar di mesjid Nabawi, tapi kuatir kejar-kejaran dengan waktu.
Akhirnya setelah makan siang, kami bersiap. Suami sudah mulai pake kain ihrom bawah, dan kaos. Jadi nanti di Bir Ali, tinggal ganti atas aja. Saya sudah siap dengan pakaian ihrom wanita. Cukup baju biasa yang menutup aurat, tidak membentuk, tidak menerawang dan tidak ketat. baju muslim syar'i gitu deh... Cegat taxi depan hotel, deal ke pool Saptco tarif 15 SAR.
Sampai di pool jam 3 kurang. Kita harus check in dulu, kemudian dapet label bagasi sejumlah tas yang kita bawa. Pas masuk, ternyata yang keberangkatan jam 15.00 belum jalan. Dan kita boleh ikut bis tersebut. Alhamdulillahhh... gak perlu nunggu lama.
Masukkan koper ke dalam bagasi, langsung naek bis deh.
Di bagian depan sudah duduk wanita dan anak-anak, gak ada lelakinya. Di belakangnya ada pasangan suami istri, dan saya diarahkan untuk tidak ke belakang. Duduk di baris ketiga sama suami. Di belakang khusus buat lelaki lelaki. Bis nya nyaman banget. Beda lah sam Damri di tempat kita hehehe..
Tepat adzan Ashar bis Saptco yang kami naiki masuk ke Bir Ali. Kami hanya diberi kesempatan 30 menit, tepat jam 16.00 bisa akan berangkat melanjutkan perjalanan ke Mekah.
Wiiihhh, tempat wudhunya antri banget.. iya lah, hampir semua jamaah umroh yang asalnya dari Medina akan berhenti disana untuk mengambil Miqot.
Selesai wudhu, sholat mutlaq dan ashar, kami kembali ke bis. Masih ada toleransi beberapa menit menunggu yang terlambat naik. Dan mulai dari situ, kami satu bis yang memakai pakaian ihrom bertalbiyah bersama..
"Labbaik Allahuhmma Labbaik... Labbaikalaa syariika laka labbaik.. Innal hamda wa ni'mata laka wal mulk laa syariikalak... "
Terus sepanjang jalan, sampai akhirnya perlahan mulai berkurang karena sebagian ketiduran beristirahat sepanjang perjalanan.
Memasuki waktu Isya, bis yang kami naiki berhenti di tempat peristirahatan. Kami berhenti disana lumayan lebih lama dibandingkan di Bir Ali. Disini, sempat sholat maghrib-isya, bisa beli makanan juga.. dan turun sekedar meluruskan kaki.
Setelah cukup beristirahat, supir bis pun gantian. Kita melanjutkan perjalanan, dan kurang lebih pukul 21.30 kita tiba di perhentian Saptco.
Langsung turun, ambil bagasi, dan stop taxi yang ngetem di depan perhentian. Kami sebutkan nama hotel "Diyafat Mubaraq", dan supir taxi mengangguk sambil menyebutkan "Thirteen Riyals". Saya bertanya lagi untuk meyakinkan apakah dia tau hotel yang kami maksud, dia mengangguk.
Jalan di Mekah itu banyak terowongan, ada beberapa terowongan yang kami lewati, tapi koq gak nyampe-nyampe. Akhirnya supir minta peta, saya bilang gak punya. Lembaran kode booking, saya juga gak punya, lalu saya sebutkan nama jalan "Ibrahim Khalil Street", dan dia mengangguk.
Lha, kenapa gak nanya dari tadi hihihihi...
Ternyata dia salah jalan.. setelah 10 menit kemudian, akhirnya taxi berhenti tepat di depan hotel kami. Disana sudah menunggu petugas hotel, dan saya sebutkan pemesan hotel saya, langsung dikasih kunci.
Langsung menuju lift, diantar bellboy menuju kamar 604, kamar kami.
Hanya menyimpan tas, kemudian berwudhu, dan bergegas menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah umroh. Mulai tawaf, sa'i sampai tahalul.
Kami menyelesaikan ibadah umroh ini sampai jam 02.00
Dan sendal yang kami simpan di loker sendal pun berpindah tempat entah kemana, akhirnya kami kembali ke hotel dengan nyeker, dan beli sendal jepit di toko sebelah hotel.
Hari 5 (Masjidil Haram)
Hari ini kami habiskan di masjidil haram. Memperbanyak ibadah, keluar hanya untuk makan, masuk lagi dan tawaf sunah. Keluar mesjid mencoba beberapa menu makanan yang dijual di kedai depan mesjid. Menikmati suasana masjidil haram dengan beragam orang didalamnya.
Hari 6 ( Jumat di Mekah - Arafah Mina )
Jumat di Arab Saudi luar biasa ramainya. Mesjid penuh. Mulai waktu sebelum subuh sudah penuh. Setelah subuh kami keluar mesjid, mencari menu sarapan kembali ke hotel sebentar lalu balik lagi ke mesjid. Itu jam 09.30-an dan tempat tawaf di bawah sudah penuh banget, akhirnya kami naik ke lantai atas. Alhamdulillah masih lebih leluasa. Pemandangan dari atas area tawaf penuuuhhhh...
Terharu biru... MasyaALLAH.... Begitu banyak umat-MU .. Berbagai bangsa, berbagai bahasa, berbagai warna kulit.. namun siapa yang paling mulia? Bukan karena bahasanya, bangsanya atau warna kulitnya, melainkan hanya yang paling taqwalah yang paling mulia di hadapan-NYA.
Speecless... Mo minta apa sama ALLAH ?? Udah banyak yang dikasih, tapi sebesar apa rasa syukur yang sudah dilakukan ? Masih ngeluh kurang ini kurang itu.. minta ini minta itu... Hanya sanggup memohon ampun.. ampun atas semua dosa yang menumpuk.. Astaghfirullah..... Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minnadzolimin....
Hari ini judulnya silaturahmi.Selesai jumatan, kami diajak oleh rekanan temannya suami mencoba masakan khas Arab Ruzmandi yang dibeli di restorant Hadramaut. Karena disana tidak tersedia meja untuk family, kami beli dibungkus dan makan gelar karpet di Mina. Sambil makan kami bercerita tentang Mina dan cerita tentang lempar jumroh pada saat ibadah haji.
Sempat juga mampir ke Arafah, ke Jabal Rahmah bercerita tentang sejarah bertemunya Nabi Adam dan Hawa di Arafah, dan mustajab nya berdoa di Arafah pada saat ibadah haji ( 9 Dzulhijah) .
Kami tidak sempat mengejar waktu Ashar di Masjidil Haram, jadi kami sholat di mesjid dekat Mina (lupa namanya). Sebelum kembali, kami sempat mencoba susu onta yang sudah dicampur dengan kacang, sehingga menurut kami rasanya seperti susu kedelai.
Alhamdulillah terkejar Maghrib di Masjidil Haram. Dan ternyata, ada Teh Tina, sahabat dunia maya di multiply yang sudah menunggu di Bin Dawud Hilton. Kami sempatkan keluar untuk bertemu dan silaturahmi sebentar sampai menjelang waktu Isya, karena Teh Tina dan keluarganya tidak menginap.
Hari 7 ( Ziarah - City tour - Miqot)
Kemarin kami sempat bertanya dengan seorang kontak yang sudah biasa bawa rombongan. Saya bertanya, berapa biaya city tour Mekah dengan taxi ? Dijawab 300-400 SAR.
Mahal juga yaa.. Apa gak usah city tour aja, toh tadi sudah dari Mina dan Arafah, untuk ke Jabal Tsur dan Jabal Nur juga sudah pernah saat umroh 5 tahun lalu. Tapi berfikir lagi, tapi mumpung disini.. kenapa gak bela-belain aja. Mahal gapapa, daripada sampai tanah air menyesal. Oke deh.. InsyaALLAH selepas sholat Dhuha kami akan ke pangkalan taxi dan minta diantar ziarah dan city tour.
Eeeehh, pas kemarin kita sedang makan ruzmandi, ada WA dari mba Butet, bahwa besok itu jadwalnya grup Riris (UBePe) yang satu hotel dengan kita untuk citytour. Saya bisa bergabung dengan mereka. Tapi untuk memastikan, saya hubungi dulu mba Riris, sudah OKE. Akhirnya sepakat saya ikut ziarah, dan saya tanya biaya nya , dia tidak membebaninya pada kami. Alhamdulillah...
City tour kali ini mengunjungi Jabal Tsur, Jabal Rahmah di Arafah, melewati Mina dan Jamarat, dan mengambil miqot di Ja'ronah bagi yang akan melaksanakan umroh yang kedua.
Mirip dengan mesjid di Bir Ali, tempat nya penuh sesak, banyak yang mengambil miqot disini.
Kami menjalankan ibadah umroh ini setelah Dhuhur, dan selesai setelah Ashar. Karena waktu sholat Ashar ke Maghrib pendek, kami memutuskan untuk tetap di dalam mesjid sampai Isya. Hiks, ini malam terakhir kami di Madjidil Haram kali ini. Sediiihhhh....
Mulai galau lagi, karena besok adalah waktu kepulangan kami. Dan maskapai kami AirAsia akan takeoff dari terminal haji. Katanya masuk terminal haji sulit, Sudah diyakinkan bahwa kalo untuk pulang karena sudah pegang tiket akan mudah saja, tapi tetep aja galau.
Besok kami akan naik taxi, jadi butuh ada yang menjelaskan ke supir taxi dalam bahasa arab, bahwa kami punya tiket dan akan pulang. Kami akan dibantu oleh ust Yulidin, mutowif di grup mba Riris.
Harga taxi sudah ada perkiraan sekitar 150-200 SAR.
Packing lagi... hiks.. sedih... galau... masih betah di Haramain, tapi kangen rumah dan takut gak bisa pulang..
Hari 8 ( Mekah - Jedah - Kualalumpur)
Tawaf kali ini sediiihhhh, gak bisa nahan air mata yang bercucuran deras. Sempat ke Hijr Ismail dan mengharu biru disitu, sedih... semoga ini bukan kunjunganku yang terakhir.
Setelah Dhuha kami keluar, sarapan dan kembali ke hotel. Bersiap. Meyakinkan semua barang sudah masuk, dan manggeret koper turun ke bawah.
Di lobby sudah menunggu ust. Yulidin.
Kami serahkan kunci ke receptionist, dan jalan ke depan menuju taxi yang berbaris.
Saat akan keluar, pak Yulidin bertemu dengan pak tarmizi. Ditanya, mo kemana ? Dijawab, mo antar bang Anton dan KakBet pesan taxi mau ke bandara.
Diluar dugaan, kami ditawari naik bis rombongan beliau yang sama-sama menuju bandara. Masih ada kursi tersisa, namun hanya satu, jadi suami saya berdiri. Kami sudah menolak, tapi dipaksa. Supaya kami bisa city tour Jedah dulu dan masuk bandara dengan aman katanya.
Saya bertanya, berapa biaya yang harus saya bayar, dijawab gratis !
Jika mau memberi, beri saja 50 SAR ke muttowif nya.
Alhandulillaaahhh.... Pengen nangis rasanya... Terharu.... terima kasih satu lagi kemudahan yang diberikan-NYA pada kami. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah....
Di Jedah, kami sempat mampir ke Al Balad, mesjid Ar Rahmah (terapung) di tepi laut Merah, dan langsung ke bandara.
Sampai di bandara, kami langsung berpamitan dengan ustadz dan jamaah lain yang satu bis dengan kami. Kami menurunkan koper kami, dan langsung mengambil troley.
Disana, troley disewa dengan biaya sebesar 3 SAR tanpa porter, jika dengan porter biayanya 10 SAR.
Karena waktu check in kami masih lama, kami sewa troleynya saja.
Setelah dapat troley, kami beli air zam-zam. Sebenarnya saya agak ragu, mengingat tempat pengambilan zam-zam di Kualalumpur berneda dengan pengambilan bagasi. Sementara waktu kami transit hanya 3 jam, dan 1 jam sebelum boarding harus sudah check in. Tapi kami coba saja, kalo bisa dibawa sampai Indonesia alhamdulillah, kalo ngga yaa.. insyaALLAH bisa kembali lagi ke tanah suci lain waktu. Amiin
Akhirnya waktu checkin pun tiba, kami mulai mengantri, Beberapa petugas bertanya, cuma berdua aja ? Ya, jawab kami. Ooohh... biasanya minimal 10 orang. Kami dibantu mengangkat koper dan menimbang, lalu ditempel label koper. PAs kami cek, label koper nya bukan atas nama kami. Duuuhh, gimana ini ? Kopernya sudah masuk pula.
Petugas meyakinkan, itu sama-sama tujuan Kualalumpur. Jadi aman saja, ambil aja nanti kopermu disana. Hhhhgggg.... Arab gitu lho.... Degdegan, tapi ya berdoa saja semoga bagasi kami aman dan bisa diambil dan melewati security saat di KLIA2 nanti.
Pesawat take off on schedule. Bismillahi tawwakaltu.... kami terbang....
Hari 9 (Kualalumpur - Jakarta - Depok)
Alhamdulillah, pukul 10.20 waktu KL kami landing. KLIA2 ini sangat luas. Dari tempat kami turun menuju imigrasi sangat jauh, belum lagi naik turun eskalator. Setelah melewati imigrasi keluar, kami menunggu bagasi yang lumayan lama. Degdegan takut gak bisa check in. Kami masih bertahan mencoba menunggu kedatangan zam-zam. Tapi sampai batas waktu, gak nongol juga... Tinggalin aja deh... Dan sampai counter checkin hampir kami ditolak. Tapi dengan memelas kami katakan bahwa kami dari Jedah, dan bagasi turunnya lama. Akhirnya kami diperbolehkan check in bagasi, langsung diberi boarding pass, dan disuruh segera lari masuk kalo gak mau ketinggalan pesawat.
Aaiiihhh... galaknya, tapi baik hati....
Antrian normal di imigrasi masuk, tapi namanya buru-buru tetep terasa lama.. Selesai imigrasi, masuk gate nya pun harus turun lift dan jalan agak panjang.. Alhamdulillah, nyampe gate juga, sempat beli coklat sedikit untuk oleh-oleh ponakan.
Sesuai jadwal, AK 384 take off menuju Jakarta. Sedih gak bisa bawa zam-zam, tapi mengingat sudah banyak kemudahan, kelancaran, dan jalan keluar dari setiap masalah yang ada... kami sudah sangat bersyukur..
Alhamdulillah landing di Jakarta dengan selamat... proses imigrasi dan bagasi cepat, langsung lanjut taxi dan pulang ke Depok.
Finally, home sweet home.... Sujud syukur....
Ini bukan umroh pertama kami, tapi pengalaman umroh backpacker pertama bagi kami.
Degdegan... cemas... kuatir.. karena kami hanya berdua.. Alhamdullillah, kami berdua, tapi ALLAH kirimkan banyak orang yang menolong dan mempermudah perjalanan kami...
Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah....
---selesai---