Translate

Selasa, 07 Februari 2017

UBePe 2017 - Pertemuan pertama...

Awal tahun 2016 lalu, alhamdulillah saya dan suami berhasil menjalankan ibadah umroh secara mandiri hanya berdua saja, latar belakangnya bisa dibaca disini.

Berdasarkan sharing pengalaman kami kala itu, ada beberapa teman yang minta kami membuat grup untuk umroh backpacker awal taun berikutnya (2017 *red).
Mulai cari-cari tiket promo.. Maskapai Airasia yang biasanya sering promo sampai bulan ketiga 2016 ga ada tanda-tanda, sampai akhirnya kami memilih Saudi Airlines.
Yah, dibandingkan grup lain harga tiket kami ga murah-murah banget sih, saat issued saya dan suami dapet di harga 7,9jt dan berikutnya lebih mahal bahkan di akhir ada yang sampai di harga 12 juta..Namun, dia tetap beli dan minta bergabung dengan kami.
Ya itulah "undangan-NYA" ... Jika ALLAH sudah mengundang, harga ga masalah walopun dari keluarga yang biasa aja.
Kami terharu, sekaligus terasa bertambah beban di pundak.. Ternyata, ga mudah yaa.. ya ga mudah dan berat, itulah alasan saya tidak gencar mempromosikan keberangkatan grup kami seperti yang lain. Selain karena harga tiket kami yang semakin hari semakin beranjak naik, juga terbayang tanggung jawab dalam mengatur dan memimpin perjalanan ini.
Ya, konsekuensi nya tentu saja dengan jumlah jamaah yang tidak banyak biaya perpax nya jadi lebih mahal dibandingkan yang jamaahnya full 1 bis dalam 1 grup.

Sampai sebulan sebelum keberangkatan, jumlah jamaah dalam grup kami ada 22 orang. Terdiri dari 11 wanita dan 11 pria.  Termasuk di dalamnya ada ibu saya. Jamaah paling tua diantara semuanya.

Pertemuan pertama kami adalah saat manasik, dari 22 jamaah hanya 1 jamaah yang berhalangan karena sedang keluar negeri. Sebanyak 21 jamaah sama-sama menghadiri dan mengikuti manasik yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede. Manasik ini manasik gabungan semua keberangkatan umroh backpacker Kafilah Akbar akhir Desember 2016 s/d Februari 2017.
Ada yang baru pertama kali, ada yang sudah kesekian kali, tapi semuanya membaur jadi satu. Mempelajari ilmu manasik, karena perjalanan ke Baitullah bukan sekedar piknik, tapi juga bernilai ibadah yang ada tuntunan dan rukun-rukun yang wajib diikuti demi syah-nya ibadah yang kita laksanakan. Bukankah amal tanpa ilmu....






Selain manasik, saat itu kami pun mengumpulkan semua berkas yang dibutuhkan untuk pengurusan visa dan proses bayar membayar tentunya...hehehe..
Ya, karena saya ga punya rekening USD saya minta semua membayarkan nya cash. Karena sebelumnya ada yang transfer dengan rupiah, dan nilai tukar USD waktu itu terus beranjak naik..dan akhirnya saya nombok, ya lumayan juga nomboknya hihihhi.

Di pertemuan ini pula kami berbagi sedikit informasi dan sedikit diskusi tentang teknis keberangkatan nanti. Saat ini pula dibagikan kaos seragam, jilbab seragam, manset tangan, dan buku doa.




Informasi yang paling penting dan disinilah "mules"nya jadi pengatur perjalanan umroh ini adalah soal tiket yang di-reschedule oleh maskapai, ya kita hanya transit 20 menit saja di Jeddah untuk melanjutkan penerbangan ke Medinah. Mana mungkin ?
Hiks.. dan tanggapan jamah saat itu "pokoknya kami percaya aja sama mba Bety dan mas Anton, terserah aja yang penting ke Madinahnya tetep pake pesawat" ..
Nah lhoo...




Kami hanya bisa menanggapi dengan senyum, dan berfikir bagaimana cari mengajukan komplain yang baik, tanpa menyalahkan pihak maskapai tapi kita tetap punya barganing position yang kuat.. ehehehe..

Bersambung yaaa...

Jumat, 15 Januari 2016

Perkuburan Baqi' - Madinah

Pas hari terakhir kami di Madinah, pagi-pagi menyempatkan masuk ke area perkuburan Baqi' yang kebetulan dibuka untuk umum saat itu. Banyak jamaah yang masuk dan ikut berdoa.

Perkuburan Baqi, terletak di sebelah selatan mesjid Nabawi - Madinah Al Munawaroh.
Dikenal juga dengan "Jannati Al-Baqi", karena di dalamnya banyak dimakamkan kerabat Nabi dan para sahabat.
Begitu pun penduduk kota Madinah , termasuk para jamaah haji dan umroh yang meninggal dunia, akan dimakamkan di perkuburan Baqi ini.

"Aku pernah melarang kamu berziarah kubur, tapi kamu dibolehkan menziarahi karena ia mengingatkan pada hari akhir"
(HR.Ahmad).



Setiap kali datang mengunjungi perkuburan Baqi' Rasulullah, SAW selalu mengucapkan salam dan berdoa memohon ampunan dan curahan rahmat dari Allah,SWT kepada mereka yang dikebumikan di perkuburan Baqi'.

Ibnu Abbas,ra berkata,
"Setiap kali Rasulullah,SAW melewati perkuburan Baqi', beliau mengucapkan "Selamat sejahtera ke atas kamu wahai ahli kubur, semoga ALLAH memberikan ampunan-NYA kepada kami dan kamu sekalian""
(HR.At-Tarmidzi)

Terharu masuk ke area perkuburan ini. Betapa tidak, setiap jamaah yang datang akan mengirimkan doa...




Rabu, 13 Januari 2016

Umroh Backpacker - Part 3 ( daybyday: Medina - Mekah - Jedah - Kualalumpur - Jakarta)

Hari 4 ( Medina - Mekah )
Hari terakhir di Medina. Kami manfaatkan untuk lebih khusyu beribadah di mesjid Nabawi. Berjuang masuk Raudhah di pagi hari, dan suami berkesempatan masuk ke makam Baqi yang hari itu kebetulan dibuka.


Kami galau... hehehhe..
Kami akan ke Mekah menggunakan transportasi umum Saptco.
Jadwal keberangkatan yang tertulis di tiket adalah pukul 16.30 . Diharapkan kita sudah ada disana 30 menit sebelumnya. Waktu Ashar di mesjid Nabawi saat itu sekitar pukul 15.30, dan biasanya kita selesai jam 16.00
Pengennya Ashar di mesjid Nabawi, tapi kuatir kejar-kejaran dengan waktu.
Akhirnya setelah makan siang, kami bersiap. Suami sudah mulai pake kain ihrom bawah, dan kaos. Jadi nanti di Bir Ali, tinggal ganti atas aja. Saya sudah siap dengan pakaian ihrom wanita. Cukup baju biasa yang menutup aurat, tidak membentuk, tidak menerawang dan tidak ketat. baju muslim syar'i gitu deh... Cegat taxi depan hotel, deal ke pool Saptco tarif 15 SAR.


Sampai di pool jam 3 kurang. Kita harus check in dulu, kemudian dapet label bagasi sejumlah tas yang kita bawa. Pas masuk, ternyata yang keberangkatan jam 15.00 belum jalan. Dan kita boleh ikut bis tersebut. Alhamdulillahhh... gak perlu nunggu lama. 
Masukkan koper ke dalam bagasi, langsung naek bis deh.
Di bagian depan sudah duduk wanita dan anak-anak, gak ada lelakinya. Di belakangnya ada pasangan suami istri, dan saya diarahkan untuk tidak ke belakang. Duduk di baris ketiga sama suami. Di belakang khusus buat lelaki lelaki. Bis nya nyaman banget. Beda lah sam Damri di tempat kita hehehe..

Tepat adzan Ashar bis Saptco yang kami naiki masuk ke Bir Ali. Kami hanya diberi kesempatan 30 menit, tepat jam 16.00 bisa akan berangkat melanjutkan perjalanan ke Mekah.

Wiiihhh, tempat wudhunya antri banget.. iya lah, hampir semua jamaah umroh yang asalnya dari Medina akan berhenti disana untuk mengambil Miqot.

Selesai wudhu, sholat mutlaq dan ashar, kami kembali ke bis. Masih ada toleransi beberapa menit menunggu yang terlambat naik. Dan mulai dari situ, kami satu bis yang memakai pakaian ihrom bertalbiyah bersama..

"Labbaik Allahuhmma Labbaik... Labbaikalaa syariika laka labbaik.. Innal hamda wa ni'mata laka wal mulk laa syariikalak... "
Terus sepanjang jalan, sampai akhirnya perlahan mulai berkurang karena sebagian ketiduran beristirahat sepanjang perjalanan. 

Memasuki waktu Isya, bis yang kami naiki berhenti di tempat peristirahatan. Kami berhenti disana lumayan lebih lama dibandingkan di Bir Ali. Disini, sempat sholat maghrib-isya, bisa beli makanan juga.. dan turun sekedar meluruskan kaki. 

Setelah cukup beristirahat, supir bis pun gantian. Kita melanjutkan perjalanan, dan kurang lebih pukul 21.30 kita tiba di perhentian Saptco. 
Langsung turun, ambil bagasi, dan stop taxi yang ngetem di depan perhentian. Kami sebutkan nama hotel "Diyafat Mubaraq", dan supir taxi mengangguk sambil menyebutkan "Thirteen Riyals". Saya bertanya lagi untuk meyakinkan apakah dia tau hotel yang kami maksud, dia mengangguk. 

Jalan di Mekah itu banyak terowongan, ada beberapa terowongan yang kami lewati, tapi koq gak nyampe-nyampe. Akhirnya supir minta peta, saya bilang gak punya. Lembaran kode booking, saya juga gak punya, lalu saya sebutkan nama jalan "Ibrahim Khalil Street", dan dia mengangguk. 
Lha, kenapa gak nanya dari tadi hihihihi... 
Ternyata dia salah jalan.. setelah 10 menit kemudian, akhirnya taxi berhenti tepat di depan hotel kami. Disana sudah menunggu petugas hotel, dan saya sebutkan pemesan hotel saya, langsung dikasih kunci. 
Langsung menuju lift, diantar bellboy menuju kamar 604, kamar kami. 
Hanya menyimpan tas, kemudian berwudhu, dan bergegas menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah umroh. Mulai tawaf, sa'i sampai tahalul. 

Kami menyelesaikan ibadah umroh ini sampai jam 02.00 
Dan sendal yang kami simpan di loker sendal pun berpindah tempat entah kemana, akhirnya kami kembali ke hotel dengan nyeker, dan beli sendal jepit di toko sebelah hotel. 

Hari 5 (Masjidil Haram)
Hari ini kami habiskan di masjidil haram. Memperbanyak ibadah, keluar hanya untuk makan, masuk lagi dan tawaf sunah. Keluar mesjid mencoba beberapa menu makanan yang dijual di kedai depan mesjid. Menikmati suasana masjidil haram dengan beragam orang didalamnya.

Hari 6 ( Jumat di Mekah - Arafah Mina )
Jumat di Arab Saudi luar biasa ramainya. Mesjid penuh. Mulai waktu sebelum subuh sudah penuh. Setelah subuh kami keluar mesjid, mencari menu sarapan kembali ke hotel sebentar lalu balik lagi ke mesjid. Itu jam 09.30-an dan tempat tawaf di bawah sudah penuh banget, akhirnya kami naik ke lantai atas. Alhamdulillah masih lebih leluasa. Pemandangan dari atas area tawaf penuuuhhhh... 

Terharu biru... MasyaALLAH.... Begitu banyak umat-MU .. Berbagai bangsa, berbagai bahasa, berbagai warna kulit.. namun siapa yang paling mulia? Bukan karena bahasanya, bangsanya atau warna kulitnya, melainkan hanya yang paling taqwalah yang paling mulia di hadapan-NYA. 
Speecless... Mo minta apa sama ALLAH ?? Udah banyak yang dikasih, tapi sebesar apa rasa syukur yang sudah dilakukan ? Masih ngeluh kurang ini kurang itu.. minta ini minta itu... Hanya sanggup memohon ampun.. ampun atas semua dosa yang menumpuk.. Astaghfirullah..... Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minnadzolimin.... 

Hari ini judulnya silaturahmi.Selesai jumatan, kami diajak oleh rekanan temannya suami mencoba masakan khas Arab Ruzmandi yang dibeli di restorant Hadramaut. Karena disana tidak tersedia meja untuk family, kami beli dibungkus dan makan gelar karpet di Mina. Sambil makan kami bercerita tentang Mina dan cerita tentang lempar jumroh pada saat ibadah haji. 



Sempat juga mampir ke Arafah, ke Jabal Rahmah bercerita tentang sejarah bertemunya Nabi Adam dan Hawa di Arafah, dan mustajab nya berdoa di Arafah pada saat ibadah haji ( 9 Dzulhijah) . 

Kami tidak sempat mengejar waktu Ashar di Masjidil Haram, jadi kami sholat di mesjid dekat Mina (lupa namanya). Sebelum kembali, kami sempat mencoba susu onta yang sudah dicampur dengan kacang, sehingga menurut kami rasanya seperti susu kedelai.

Alhamdulillah terkejar Maghrib di Masjidil Haram. Dan ternyata, ada Teh Tina, sahabat dunia maya di multiply yang sudah menunggu di Bin Dawud Hilton. Kami sempatkan keluar untuk bertemu dan silaturahmi sebentar sampai menjelang waktu Isya, karena Teh Tina dan keluarganya tidak menginap. 



Hari 7 ( Ziarah - City tour - Miqot) 
Kemarin kami sempat bertanya dengan seorang kontak yang sudah biasa bawa rombongan. Saya bertanya, berapa biaya city tour Mekah dengan taxi ? Dijawab 300-400 SAR. 
Mahal juga yaa.. Apa gak usah city tour aja, toh tadi sudah dari Mina dan Arafah, untuk ke Jabal Tsur dan Jabal Nur juga sudah pernah saat umroh 5 tahun lalu. Tapi berfikir lagi, tapi mumpung disini.. kenapa gak bela-belain aja. Mahal gapapa, daripada sampai tanah air menyesal. Oke deh.. InsyaALLAH selepas sholat Dhuha kami akan ke pangkalan taxi dan minta diantar ziarah dan city tour. 
Eeeehh, pas kemarin kita sedang makan ruzmandi, ada WA dari mba Butet, bahwa besok itu jadwalnya grup Riris (UBePe) yang satu hotel dengan kita untuk citytour. Saya bisa bergabung dengan mereka. Tapi untuk memastikan, saya hubungi dulu mba Riris, sudah OKE. Akhirnya sepakat saya ikut ziarah, dan saya tanya biaya nya , dia tidak membebaninya pada kami. Alhamdulillah... 

City tour kali ini mengunjungi Jabal Tsur, Jabal Rahmah di Arafah, melewati Mina dan Jamarat, dan mengambil miqot di Ja'ronah bagi yang akan melaksanakan umroh yang kedua. 
Mirip dengan mesjid di Bir Ali, tempat nya penuh sesak, banyak yang mengambil miqot disini. 

Kami menjalankan ibadah umroh ini setelah Dhuhur, dan selesai setelah Ashar. Karena waktu sholat Ashar ke Maghrib pendek, kami memutuskan untuk tetap di dalam mesjid sampai Isya. Hiks, ini malam terakhir kami di Madjidil Haram kali ini. Sediiihhhh.... 

Mulai galau lagi, karena besok adalah waktu kepulangan kami. Dan maskapai kami AirAsia akan takeoff dari terminal haji. Katanya masuk terminal haji sulit, Sudah diyakinkan bahwa kalo untuk pulang karena sudah pegang tiket akan mudah saja, tapi tetep aja galau. 
Besok kami akan naik taxi, jadi butuh ada yang menjelaskan ke supir taxi dalam bahasa arab, bahwa kami punya tiket dan akan pulang. Kami akan dibantu oleh ust Yulidin, mutowif di grup mba Riris. 
Harga taxi sudah ada perkiraan sekitar 150-200 SAR. 

Packing lagi... hiks.. sedih... galau... masih betah di Haramain, tapi kangen rumah dan takut gak bisa pulang.. 

Hari 8 ( Mekah - Jedah - Kualalumpur) 
Tawaf kali ini sediiihhhh, gak bisa nahan air mata yang bercucuran deras. Sempat ke Hijr Ismail dan mengharu biru disitu, sedih... semoga ini bukan kunjunganku yang terakhir. 

Setelah Dhuha kami keluar, sarapan dan kembali ke hotel. Bersiap. Meyakinkan semua barang sudah masuk, dan manggeret koper turun ke bawah. 
Di lobby sudah menunggu ust. Yulidin. 
Kami serahkan kunci ke receptionist, dan jalan ke depan menuju taxi yang berbaris. 

Saat akan keluar, pak Yulidin bertemu dengan pak tarmizi. Ditanya, mo kemana ? Dijawab, mo antar bang Anton dan KakBet pesan taxi mau ke bandara. 
Diluar dugaan, kami ditawari naik bis rombongan beliau yang sama-sama menuju bandara. Masih ada kursi tersisa, namun hanya satu, jadi suami saya berdiri. Kami sudah menolak, tapi dipaksa. Supaya kami bisa city tour Jedah dulu dan masuk bandara dengan aman katanya.
Saya bertanya, berapa biaya yang harus saya bayar, dijawab gratis !
Jika mau memberi, beri saja 50 SAR ke muttowif nya. 

Alhandulillaaahhh.... Pengen nangis rasanya... Terharu.... terima kasih satu lagi kemudahan yang diberikan-NYA pada kami. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah.... 

Di Jedah, kami sempat mampir ke Al Balad, mesjid Ar Rahmah (terapung) di tepi laut Merah, dan langsung ke bandara. 


Sampai di bandara, kami langsung berpamitan dengan ustadz dan jamaah lain yang satu bis dengan kami. Kami menurunkan koper kami, dan langsung mengambil troley.
Disana, troley disewa dengan biaya sebesar 3 SAR tanpa porter, jika dengan porter biayanya 10 SAR.
Karena waktu check in kami masih lama, kami sewa troleynya saja.

Setelah dapat troley, kami beli air zam-zam. Sebenarnya saya agak ragu, mengingat tempat pengambilan zam-zam di Kualalumpur berneda dengan pengambilan bagasi. Sementara waktu kami transit hanya 3 jam, dan 1 jam sebelum boarding harus sudah check in. Tapi kami coba saja, kalo bisa dibawa sampai Indonesia alhamdulillah, kalo ngga yaa.. insyaALLAH bisa kembali lagi ke tanah suci lain waktu. Amiin 

Akhirnya waktu checkin pun tiba, kami mulai mengantri, Beberapa petugas bertanya, cuma berdua aja ? Ya, jawab kami. Ooohh... biasanya minimal 10 orang. Kami dibantu mengangkat koper dan menimbang, lalu ditempel label koper. PAs kami cek, label koper nya bukan atas nama kami. Duuuhh, gimana ini ? Kopernya sudah masuk pula.

Petugas meyakinkan, itu sama-sama tujuan Kualalumpur. Jadi aman saja, ambil aja nanti kopermu disana. Hhhhgggg.... Arab gitu lho.... Degdegan, tapi ya berdoa saja semoga bagasi kami aman dan bisa diambil dan melewati security saat di KLIA2 nanti. 

Pesawat take off on schedule. Bismillahi tawwakaltu.... kami terbang.... 

Hari 9 (Kualalumpur - Jakarta - Depok) 
Alhamdulillah, pukul 10.20 waktu KL kami landing. KLIA2 ini sangat luas. Dari tempat kami turun menuju imigrasi sangat jauh, belum lagi naik turun eskalator. Setelah melewati imigrasi keluar, kami menunggu bagasi yang lumayan lama. Degdegan takut gak bisa check in. Kami masih bertahan mencoba menunggu kedatangan zam-zam. Tapi sampai batas waktu, gak nongol juga... Tinggalin aja deh... Dan sampai counter checkin hampir kami ditolak. Tapi dengan memelas kami katakan bahwa kami dari Jedah, dan bagasi turunnya lama. Akhirnya kami diperbolehkan check in bagasi, langsung diberi boarding pass, dan disuruh segera lari masuk kalo gak mau ketinggalan pesawat. 

Aaiiihhh... galaknya, tapi baik hati.... 
Antrian normal di imigrasi masuk, tapi namanya buru-buru tetep terasa lama.. Selesai imigrasi, masuk gate nya pun harus turun lift dan jalan agak panjang.. Alhamdulillah, nyampe gate juga, sempat beli coklat sedikit untuk oleh-oleh ponakan. 

Sesuai jadwal, AK 384 take off menuju Jakarta. Sedih gak bisa bawa zam-zam, tapi mengingat sudah banyak kemudahan, kelancaran, dan jalan keluar dari setiap masalah yang ada... kami sudah sangat bersyukur..
Alhamdulillah landing di Jakarta  dengan selamat... proses imigrasi dan bagasi cepat, langsung lanjut taxi dan pulang ke Depok.
 Finally, home sweet home.... Sujud syukur....
Ini bukan umroh pertama kami, tapi pengalaman umroh backpacker pertama bagi kami. 

Degdegan... cemas... kuatir.. karena kami hanya berdua.. Alhamdullillah, kami berdua, tapi ALLAH kirimkan banyak orang yang menolong dan mempermudah perjalanan kami... 

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah.... 

---selesai---



Umroh Backpacker - Part 2 ( daybyday : Jakarta - Kualalumpur - Jedah - Medina)

Alhamdulillaah... tanggal 28 Desember 2015, visa umroh sudah nempel di passport. Harga LA pun sudah keluar sejak awal bulan dan sudah dibayar lunas ( Saya mengambil paket visa, hotel Medina + makan 3x sehari, dan hotel Mekah tanpa makan), LA yang harus saya bayar sebesar $550 per-orang.
(*harga LA itu untuk hotel *3, alhamdulillah dapetnya *4)
Belum termasuk transportasi selama di sana.
Trus gimana donk transportasi disana nantinya ? Gimana keluar bandara, gimana ziarah & city tour, dst dst dst... :-D

Berdasarkan informasi yang sudah kami kumpulkan, nanti yang akan kami lakukan setibanya di Airport King Abdul Aziz Jedah adalah mendekati rombongan umroh. Pasti akan banyak rombongan, dan biasanya bis mereka tidak full.
Terkadang ada 1 atau 2 seat tersisa dan kita bisa numpang, dengan membayar sekitar 50-80/orang SAR ke Medina, dan sekitar 30-50/orang SAR ke Mekah.
Begitupun untuk ziarah, kita bisa menumpang rombongan yang mungkin satu hotel dengan kita dengan membayar sekitar 20-30 SAR sekali ziarah/orang.
Untuk transportasi Medina - Mekah atau sebaliknya bisa menggunakan Saptco dengan tarif 65 SAR/orang, dan kepulangan ke bandara bisa dengan cara menumpang seperti kedatangan tadi.

Itu, jika memang kita dapet tumpangan. Kalo tidak, ya kita bisa menggunakan taxi. Biayanya lebih mahal pastinya.
Perkiraan biaya dengan transportasi taxi, kurang lebih seperti ini :
Jedah - Medina : 400-500 SAR 
Ziarah Medina : 300-400 SAR
Medina-Mekah : 500 SAR 

Ziarah Mekah : 300-400 SAR 
Mekah - Jedah : 150-200 SAR
(*informasi ter-update saat kemarin kami bertanya disana)

Terbayang khan kalo pergi hanya berdua saja, trus gak dapet tumpangan, transportasi harus dengan taxi, biaya yang harus kami persiapkan sekitar 2000 SAR, diluar biaya tiket pesawat dan LA yang sudah kami keluarkan sebelumnya.
Uupppsss... Backpacker koq mahal.. hehehhe...
(*pikirkan lagi, yakin berani umroh backpaceran tanpa rombongan ? ;-) )

Kembali ke cerita perjalanan....

2 hari sebelum keberangkatan, kami briefing. Ternyata di tanggal keberangkatan kami, tanggal 3 Januari 2016 itu ada rombongan lain. Grup backpacker dengan jumlah peserta 8 orang dan grup reguler dengan jumlah peserta 17 orang. Semuanya LA dihandle oleh travel yang sama. Hanya saja, mereka pake maskapai Saudi Arabia dan kami pake AirAsia.
Jadwal kedatangan lebih cepat kami 2 jam. Akhirnya diputuskan, bahwa nanti setibanya di Jedah, saya dan suami menunggu rombongan mereka dan menuju ke Medina satu bis dengan mereka.
Kebetulan juga hotel tempat kami menginap, jadwal ziarah Medina, ke Mekah, ziarah Mekah rombongan itu sama dengan kami. Jadi seterusnya 'direncanakan' kami pun ikut dengan rombongan mereka. Kecuali kepulangan, karena kami pulang sehari lebih cepat.
Agak lega lah yaa.. setidaknya, kami tidak perlu menyiapkan biaya sampai 2000 SAR untuk transportasi.
Kemungkinan biaya transportasi termahal adalah dari Mekah - Jedah dengan taxi pada saat kepulangan nanti.

Hari 1 (Keberangkatan) 


Dan hari yang ditunggu pun tiba, tanggal 3 Januari 2016 saya dan suami berangkat dini hari dari rumah menuju Airport Soekarno-Hatta, terbang ke Kualalumpur, transit 5 jam dan lanjut terbang menuju Jedah.
Alhamdulillah, landing di Jedah dengan selamat. Proses imigrasi berjalan lancar, bagasi cepat keluar tinggal menunggu rombongan lain dan lanjut ke Medina bersama-sama.

Kontak pihak handling yang akan menjemput, bertemu lah kami di waiting room.
Sekitar 3 jam kemudian rombongan lengkap dan kami semua berangkat menuju Medina. Saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar jam 23.00 waktu Saudi.
Diperkirakan kami akan tiba Subuh di Medina.

Ternyata, kami tiba lebih cepat dari perkiraan. Masih ada waktu 1 jam untuk bersiap menjelang adzan Subuh. Alhamdulillah, hotel kami "Al Sourfah New Hotel" dekat sekali dengan mesjid Nabawi. Hanya sekitar 70-100 meter saja ke halaman mesjid Nabawi.

Hari 2 (Medina-Raudhah)

Kami memulai hari dengan sholat Subuh di mesjid Nabawi, kemudian siang hari setelah Dhuhur saya masuk ke Raudhah*(1), karena antriannya panjang dan lama baru selesai menjelang adzan Ashar. Terlewatlah waktu makan siang. Kalo balik ke hotel tanggung sebentar lagi waktu sholat Ashar, jadi bertahan lah saya di dalam mesjid sampai waktu Ashar, setelah itu jajan makanan di kedai makanan sepanjang pertokoan dekat hotel.
Waktu itu saya beli bakso, hihihi... rasanya lumayan seger dan bakso nya lumayan enak. Tapi jangan dibandingkan dengan bakso Solo di Indonesia yaa....

Sesuai itinerary, malam hari setelah Isya dan makan malam kami akan ke Raudhah dengan diantar oleh muttowifiyah. Namun PIC dan Muttowif yang mendampingi kami sulit dihubungi untuk koordinasi. Karena HP saya alhamdulillah selalu ON, pesan-pesan untuk koordinasi kegiatan dilewatkan ke saya. Ya, agak gak enak deh kejadian setelah itu.. koq pesan nya lewat saya... koq begini.. koq begitu... dan puncaknya adalah kami tidak bisa bergabung lagi dengan rombongan itu. Artinya untuk ziarah Medina, perjalanan ke Mekah, dan ziarah Mekah kami harus sendiri..eh berdua.

Huhuhuhuh..dudududu...tralalala... Manusia hanya mampu berencana, namun DIA lah yang menentukan.
Saat saya sampaikan ke suami, tanggapannya ringan "khan awalnya kita memang mau berdua aja, jadi harusnya kita sudah siap dan jangan kaget.."  
Sssiippp, masalah pertama muncul..tapi ini tanah suci, tempat makbulnya doa.. minta terus pertolongan pada-NYA, jangan berharap dari belas kasih manusia.
Saya orang yang sangat emosional dan mudah panik, alhamdulillah saat itu bisa tetap senyum dan mengangguk tenang.
Karena muttowifiyah sudah datang saya dan grup backpacker lain yang terpisah hotel bergabung bersama menuju Raudhah malam itu. Ya, itu tempat yang tepat untuk melepaskan ketegangan, kepanikan, kecemasan, kegalauan dan kesedihan.

"Begitu banyak kemudahan yang telah Engkau berikan pada kami, ampuni kami jika kami masih kurang bersyukur,  kami memohon  akan KAU berikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang kami hadapi di depan kami. Hanya ENGKAU satu-satunya penolong.."

Keluar dari Raudhah, langsung kembali ke hotel dan mendapati pesan dari Mba Butet bahwa besok kami ziarah gabung dengan grup backpacker yang 8 orang, mobil sudah dipesan, cukup bayar mutowif yang mendampingi saja.
Senang ???
Lega ???
Iya... tapi saya masih agak-agak cemas, kuatir akan muncul masalah lain lagi. Tetap berdoa memohon pertolongan, ini baru hari ke-2, masih panjang kami disini.
Sepakat dengan suami. Kita kembali ke perkiraan awal, gak ada belanja macem-macem. Kita hemat perbekalan kita, persiapan dan jaga-jaga untuk hal-hal diluar kendali kita.
Urusan pembiayaan dengan pihak travel (jika memang ada yang kurang) diselesaikan di tanah air.
Tetap menjaga hati, keep husnudzon.. bahwa semua kebaikan yang terjadi pada kita semata-mata karena rahmat-NYA dan keburukan karena salah kita sendiri.
Belajar ikhlas dan tawakal. Apapun yang menimpa kita, itulah yang pantas buat kita...

Hari 3 (Ziarah - City tour)
Sesuai kesepakatan, selepas sarapan, kami bersiap untuk ziarah dan city tour kota Medina. Ditunggu di hotel tempat grup backpacker lain di Hotel Madina Mubaraq.
Yah, buru-buru itu memang gak baik yaaa... Ndilalah saya kehilangan kunci kamar. Ntah jatuh dimana. Panik ... padahal udah ditungguin... duudududuuddu....
Ada belboy yang membantu, bisa menyediakan kunci lagi tapi ada biaya sebesar 20 SAR.
Biar cepet, iya aja deh.. tapi ditunggu-tunggu , lamaaaa... kita turun ke bawah gak ketemu... ke atas lagi gak ketemu... dan setelah 15 menitan baru ketemu di lift. Serahkan 20 SAR , ambil kunci..Berwudhu, dan lari menuju meeting point.

Koq pake wudhu dulu ?
Ya, karena destinasi pertama kami adalah mesjid Quba. Mesjid itu adalah mesjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah,SAW.
Dan menurut hadits :"Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi mesjid Quba dan shalat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala umroh""(HR.Tirmizi).



Selesai di mesjid Quba, kami melanjutkan ziarah ke Jabal Uhud, disana ada makam para syuhada dan kita bisa mendoakan mereka disana. Kemudian, kami ke Jabal Magnet, peternakan onta dan minum susu onta segar yang baru diperah saat itu juga, dan ke pasar Kurma.
Alhamdulillah, sebelum adzan Dhuhur kami sudah tiba di hotel. Menyimpan barang, dan langsung bersiap menjalankan sholat Dhuhur di mesjid Nabawi.




Di sebelah utara mesjid Nabawi ada museum Asmaul Husna dan museum Nabi Muhamad,SAW. 
Selapas Ashar kami berkunjung kesana. Di Museum Asmaul Husna, ada pemandunya dengan bahasa sesuai dengan asal kita. Kebetulan pas kami masuk, banyak jamaah dari Indonesia dan Malaysia juga yang masuk, sehingga langsung dipandu oleh pemandu yang berbahasa melayu.

Waktu Ashar ke Maghrib tidak panjang, maka selesai mengunjungi kedua museum tersebut kami bergegas berwudhu dan masuk lagi ke dalam mesjid menunggu waktu sholat Maghrib sampai Isya.
Selesai makan malam, kami mulai packing, karena besok siang kami sudah harus check out dan meninggalkan kota Medina, menuju Mekah.
Di depan hotel kami, banyak taxi yang hilir mudik dan berhenti. Kami sempatkan bertanya, berapa tarif taxi dari Medina - Mekah? Dan dijawab 500 SAR. Pas, gak bisa kurang.

Selesai packing,diantar dengan mukimin yang mengurus hotel kami ke pool Saptco.
Ya, kami akan ke Mekah menggunakan bis umum Saptco. Damri lah klo disini.
Kita kesana malam itu,untuk mencari informasi jam keberangkatan dan harga tiketnya. Harga tiket @ 65 SAR, jam keberangkatan yang tertulis adalah 16.30 , dan perkiraan tiba di Mekah jam 00.15

Sedih banget bacanya... selama itu kah perjalanannya ??? Tapi info ini kita dapat setelah tiket dibayar dan diprint. Ya sudah mo gimana lagi.. yang penting selamat, bisa ngambil Miqot dan menjalankan Umroh.

Bismillah.... 

***bersambung.... 

Selasa, 12 Januari 2016

Umroh Backpacker - Part I ( Behind the scene...)

Setahun yang lalu, saya dan  2 orang teman berencana melakukan perjalanan ke Turki plus Umroh. Ke Turki dulu di akhir tahun 2015, dan lanjut menjalankan Umroh di awal tahun 2016. 
Saat itu, saya memang lagi pengeeeennn banget ke Turki. Dan tanpa pikir panjang soal cuaca saat Desember bagaimana, dan lain-lainnya pas ada yang ngajak saya langsung OKE. 
Perjalanan ini akan kami lakukan dengan ngincer tiket promo, yaaa kita mau perjalanan yang murah meriah berkah hehehee.. 

Awal tahun maskapai AirAsia banyak mengeluarkan tiket promo. Dan saat itu yang keluar harga promo adalah rute Jedah - Kualalumpur. Untuk menyelamatkan seat promo yang jumlahnya makin berkurang, kami sepakat melakukan pemesanan tiket Jedah - Kualalumpur (*selanjutnya disingkat Jed-Kul) dahulu. Jadi, kami beli tiket pulang dulu.. rencana setelah dari Turki adalah Umroh, maka pulang dari Jedah. Tiket kami issued : Jed-Kul : 10 Januari 2016. 

Sambil menunggu promo tiket Jakarta - Istanbul, saya mulai mencari informasi tentang Turki. Dan uppppssss, ternyata Desember itu winter...musim dingiiinnn... di Puncak Pass aja, saya kedinginan dan gak tahan, gimana dengan musim dingin di Eropa???? 
Kebetulan ada teman yang pernah ke Turki di akhir tahun, dan karena dia sangat mengenal saya, dia menyarankan saya untuk mencari bulan lain saja jika ingin ke Turki, daripada disana nanti gak sanggup kemana-mana karena kedinginan. 

Dengan berat hati, hal ini saya sampaikan ke teman saya yang akan melakukan ke Turki bersama. Sempat agak gak enak hati, dan lain sebagainya tapi ya harus ada keputusan. 
Keputusannya adalah saya gak jadi ikut ke Turki, namun insyaALLAH akan tetap menjalankan ibadah umroh dengan waktu sesuai dengan tiket pulang yang sudah saya beli sebelumnya. 

Hiks, gak gampang... Karena umroh itu bukan kaya piknik ke kota atau negara lain, yang bisa bebas keluar masuk. Masuk kota Mekah & Madinah gak gampang. Apalagi dengan visa umroh. 
Saya mulai mencari informasi keberangkatan Umroh Backpacker di Grup Ayo Ke Mekah yang kira-kira jadwalnya mirip dengan tiket kepulangan saya, maksudnya selanjutnya saya akan membeli tiket keberangkatan menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ada grup nya. 

Ternyata rata-rata, grup berangkat setelah tanggal 5 Januari. Kalo berangkat setelah tanggal 5, cuma 5 hari doank di tanah suci , ngapain ?? 

Saya juga mencoba mencari beberapa travel yang menjual paket umroh, saya mengajukan untuk beli paket tanpa tiket pulang. Tapi gak ada yang bersedia.

Bismillah, saya pesan tiket dari Jakarta - Jedah, keberangkatan tanggal 3 Januari 2016. 
Harapan saya, saya beli aja dulu tiketnya siapa tau nanti ada yang akan bergabung tinggal menyesuaikan dengan tiket saya. 


Rencana perjalanan saya relatif singkat. Hanya seminggu saja. Dan sementara memang jumlah peserta hanya saya dan suami. Jadi, setiap ada yang tanya rencana perjalanan ini mereka akhirnya mundur dan memilih grup yang pesertanya lebih banyak dan waktunya lebih lama.

CEO alias owner grup AyoKeMekah (AKM) alias dedengkot Umroh Backpacker meyakinkan saya, bahwa kami berdua bisa masuk ke tanah suci walaupun hanya berdua. 
Bagaimana dengan visa ? Mba Butet bilang "saya akan bantu" , dan banyak pertanyaan bagaimana ..bagaimana..bagaimana lainnya, semua dijawab dan dijelaskan cara dan trik nya.. 
Namun, saya yang memang penuh keraguan dan ketakutan masih saja bertanya , kalo gini gimana ... kalo gitu gimana.. sampai akhirnya Mba Butet pun bilang " Ya, minta tolong aja sama ALLAH... " 

Mulai dari situ lah... Mulai berserah, pasrah... 
"..kalau memang perjalanan ini baik bagiku dan suamiku, mudahkanlah. Namun, jika tidak aku yakin ketentuan-MU lebih indah dan berilah keikhlasan kami untuk menerimanya."


Tiket PP sudah di tangan, selanjutnya menyerahkan manifest dan passport plus dokumen pelengkap  ke travel Kafilah Akbar yang akan mengurus visa dan Land Arrangement (LA) selama di tanah suci.

Hasbunallah wa ni'mal wakiil.......Laa hawla wala kuwata illa billah... 

**bersambung.....